ANALISA BATUPASIR FORMASI SIHAPAS SEBAGAI BATUAN PEMBAWA HIDROKARBON (RESERVOAR ROCK) DAERAH GUNUNG TUA – SUMATERA UTARA
DOI:
https://doi.org/10.59637/jsti.v17i1.137Keywords:
Batupasir, Formasi Sihapas, Recycled OrogenAbstract
Batuan pembawa hidrokarbon disebut sebagai reservoar rock dan umumnya berupa batupasir yang tergolong dalam batuan sedimen atau batuan hasil rombakan batuan sebelumnya. Batu pasir Formasi Sihapas merupakan batuan pembawa hidrokarbon dari Cekungan Sumatera Tengah dan merupakan penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia yang salah satunya di kelola oleh Perusahaan Chevron di Duri Propinsi Riau. Analisa batupasir Formasi Sihapas yang akan diulas adalah menganalisa batuan asal (sumber) dari batupasir Formasi Sihapas atau dikenal dengan studi provenance. Tujuan dari analisa provenance ini untuk mengetahui batuan asal dari suatu batuan sedimen silisiklastik kasar serta untuk mengetahui lingkungan tektonik batuan asalnya. Salah satu parameter yang digunakan untuk analisa provenance adalah melalui komposisi mineral batupasirnya, yaitu mineral kwarsa, felspar, fragmen batuan, muskopit dan mineral berat. Analisa batupasir dilakukan di daerah Gunung Tua, tepatnya dilakukan didua lokasi, yaitu di Desa Nabundong dan di Desa Siholbung, dan analisa batuannya dilakukan melalui analisa petrografi. Batupasir dikedua lokasi mempunyai ukuran butir pasir sedang sampai pasir halus, kebundaran subangular sampai subrounded, sortasi sedang dengan kemas point sampai concave contact. Komposisi yang hadir mulai dari persentasi kehadiran tertinggi sampai terendah adalah kuarsa, fragmen batuan, felspar, gluokonit, mineral opak dan muskovit dengan masa dasar mineral lempung dan lumpur karbonat. Batupasir Formasi Sihapas daerah Gunung Tua berdasarkan komposisi mineral dan teksturnya tergolong jenis batupasir subfelspathic lithic arenit, quarzt wacke sandstone dan subfelspathic lithic wacke. Hasil analisa provenance menunjukan bahwa batupasir Formasi Sihapas terbentuk dari hasil rombakan batuan metamorf Formasi Kuantan, yaitu kuarsit dan filit. Dimana lingkungan tektonik batuan asalnya berasal dari tinggian yang dikontrol oleh proses Recycled Orogen atau berasal dari Proto Barisan yang berada di sisi barat daerah penelitian.










